--> TerasNgopi: Wacana | Deskripsi Singkat Blog di Sini

Showing posts with label Wacana. Show all posts
Showing posts with label Wacana. Show all posts

Sunday, June 19, 2022

Bitcoin Kembali Ke Zona Hijau. ETH memimpin diatasnya

Bitcoin Kembali Ke Zona Hijau. ETH memimpin diatasnya

Indonesia- Harga Bitcoin dan kripto jajaran teratas terpantau kembali mengalami pergerakan harga yang beragam pada Senin (20/6). Beberapa kripto jajaran teratas terpantau kembali berada di zona hijau.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, dilihat pukul 10.45 kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) naik 8,70 persen dalam 24 jam. Namun turun 21,30 persen dalam sepekan. Harga Bitcoin menyentuh USD20.099,07 per koin.
Ethereum (ETH) juga menguat. Selama 24 jam terakhir, ETH naik 12,38 persen. Tapi turun 20,21 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD1.081,71 per koin. 

Theter naik 0,01 dalam 24 jam terakhir dan turun0,03 persen dalam sepekan. Saat ini Theter berada di level USD0,9987 per koin.

USD Coin (USDC) menguat 0,04 persen selama 24 jam terakhir. USDC juga naik 0,05 persen dalam sepekan. Saat ini USDC dibanderol USD1,00 per koin.

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) terpantau naik 8,24 persen dalam 24 jam terakhir. BNB masih anjlok 12,95 persen dalam sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD209,68 per koin.

XRP juga turun hari ini. Dalam satu hari terakhir, XRP naik 5,97 persen dan turun 3,19 persen dalam sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD0,3208 per koin.

Cardano (ADA) menguat 6,31 persen dalam satu hari terakhir. ADA anjlok 1,17 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD0,4720 per koin.

Adapun Solana (SOL) terpantau naik. Sepanjang satu hari terakhir SOL naik 5,59 persen. SOL naik 13,36 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD32,42 per koin.

Demikianlah informasi yang bisa kami rangkum.

Tuesday, February 1, 2022

TAHUN MACAN AIR ITU ARTINYA APA?? inilah Ulasannya

TAHUN MACAN AIR ITU ARTINYA APA?? inilah Ulasannya



Indonesia-Imlek 2022 tahun ini adalah shio untuk macan air. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, shio pasti memiliki arti dan peruntungannya sendiri-sendiri. Lalu macan air artinya apa untuk Imlek 2022 ini?

The Year of the Water Tiger dimulai pada tanggal 1 Februari 2022. Seperti, halnya semua tahun macan, tahun tersebut akan memiliki banyak kualitas yang dimiliki macan air artinya dinamis, menarik, dan tak terduga.

Macan air dikenal karena keberanian dan sifat spontan mereka. Sehingga kita akan berada dalam situasi menantang yang membutuhkan saraf baja dan keberanian untuk menghadapinya.

Seperti dilansir dari berbagai sumber, energi macan air artinya juga memberikan dorongan motivasi. Ini juga bisa menjadi perjalanan rollercoaster, dan kemungkinan ada banyak pasang surut pada tingkat emosional. Suatu saat Anda mungkin merasa berada di puncak dunia.

Berikutnya, yah, tidak begitu baik. Dalam kasus tahun Macan Air, sementara kita memiliki energi macan yang berapi-api, dinamis, dan tak terduga secara alami, air dapat meredam pasang surut ini dan membuat segalanya sedikit lebih tenang.

Arti Elemen Air dalam Shio Macan Imlek 2022 

Berikut beberapa arti elemen air dalam shio macan imlek 2022:

1. Air membantu memadamkan api yang kuat dari shio Macan air ini.

2. Air memberikan stabilitas yang lebih besar dan kemampuan untuk mempertimbangkan secara matang sebelum membuat keputusan penting.

3. Air adalah elemen atau unsur alam yang paling terkontrol dari semua elemen macan yang lain. Anda mungkin sudah tahu bahwa kecerobohan adalah sifat yang terkait dengan Macan. Akan tetapi, tahun shio Macan Air artinya cenderung memiliki kontrol diri yang tenang yang tidak dimiliki Macan dengan elemen lainnya.

4. Air mewakili kebaikan, intuisi, pengamatan, dan rasa ingin tahu. Oleh karena itu, sifat spontan Macan yang biasa menonjol akan teredam oleh elemen air, yang memungkinkan setiap orang tahun ini dapat berpikir ulang sebelum membuat suatu keputusan penting.

Selalu beruntung, tapi...

Mari kita bahas lebih mendetail lagi arti shio Macan Air ini. Macan secara keseluruhan adalah tanda keberuntungan! Kenapa? karena tidak peduli situasi apa yang sedang dialaminya, shio Macan selalu menemukan jalan keluar.

Ini berarti, tahun 2022 adalah tahun ketika peningkatan keberuntungan juga berlaku untuk shio lainnya. Tetapi pada saat yang sama, penting untuk diingat bahwa karena sifat energi Macan yang mudah menguap, keberuntungan dapat berubah dengan cepat, dan situasi dapat berubah secara dramatis.

Macan air artinya hewan yang beruntung. Macan selalu mendarat dengan kaki mereka saat melompat, artinya semua orang pasti bisa berdiri dengan kemampuannya sendiri.

Tiga Shio yang Keberuntungannya Berlimpah di Tahun Macan Air

Ada tiga Shio yang keberuntungannya akan berlimpah di tahun Macan Air ini, yaitu shio Macan, Shio Kuda, dan Shio Anjing. Orang-orang yang lahir dengan ketiga shio tersebut patut bahagia karena akan mengalami lebih banyak keberuntungan dibandingkan shio lainnya.

Di mana sebagian besar usaha akan membuahkan hasil. Akan tetapi, ingat untuk tetap berhati-hati karena situasi bisa berubah secara dramatis. Jadi, berusahalah tetap tenang.

Demikian itu ulasan singkat tentang macan air artinya dekat dengan keberuntungan. Semoga Anda ikut beruntung tahun ini.

Saturday, January 29, 2022

KURIKULUM 2022 TIDAK ADA IPA, IPS DAN BAHASA???

KURIKULUM 2022 TIDAK ADA IPA, IPS DAN BAHASA???


Sobat ngopi perlu tahu bahwa kurikulum akan berubah lagi menjadi kurikulum 2022 dalam sunia pendidikan. Nah apa saja kira-kira perbedaan kurikulum yang lalu sama kurikulum 2022 ini?? Adakah yang sama atau malah berbeda sama sekali? 
Gencar isu bahwa kurikulum 2022 ini akan menghapus IPA, IPS dan Bahasa di SMA. Lalu kurikulum 2022 ini namanya apa? Kalau tahun lalu jelas kita ketahui istilahnya yaitu kurtilas. Atau kurikulum tiga belas. Kemudian nama untuk kurikulum 2022 ini namanya apa? 
Kurikulum ini seharusnya bernama "prototipe" sebab sekolah bebas memilih mau memakai kurikulum ini atau tidak. Tetapi sama halnya dengan kurikulul 13 yang lalu awalnya hanya beberapa sekolah yang memakai. Namun kenyataannya diwajibkan untuk semua sekolah memakai kurikulum tersebut. Apakah nasibnya akan sama juga. Atau bagaimana? Kita tunggu pengumuman yang lebih detailnya saja. 
Disini dijelaskan kurikulum prototipe punya banyak kelebihannya, antara lain:
Siswa bebas melakukan kombinasi mata pelajaran sesuai minatnya.
Lebih banyak ruang untuk kembangkan karakter dan kompetensi setiap siswanya.
Siswa bisa menekuni mata pelajaran sesuai minatnya secara lebih fleksibel
Kemudian mata pelajarannya apa saja?
Untuk kelas 10 :
  1. Pendidikan agama dan budi pekerti
  2. Pendidikan kewarganegaraan
  3. Bahasa indonesia
  4. Bahasa inggris
  5. Matematika
  6. IPA ( fisika, kimia, biologi )
  7. IPS ( sosiologi, ekonomi, sejarah, geografi )
  8. Informatika
  9. Penjaskes
  10. Pilihan minimal 1 ( seni musik, seni rupa, seni teater, seni tari, prakarya)
  11. Muatan lokal
Untuk kelas 11 dan 12 :
Mata pelajaran umum 
Pendidikan agama dan budi pekerti, PPKN, Bahasa Indonesia, bahasa inggris, penjaskes, sejarah, serta pilihan minimal satu bagian seni.
2. Kelompok mata pelajaran
-MIPA 
-IPS
-Bahasa dan Budaya
-Vokasi dan prakarya
- muatan lokal

Demikianlah beberapa ulasan tentang kurikulum yang akan datang. Bagaimana pendapat sobat ngopi semua. Silahkan berikan komentar
KETIKA GUSDUR DI TANYA ANAK UMUR 14 TAHUN TENTANG HANTU. BAGAIMANA JAWABANNYA?

KETIKA GUSDUR DI TANYA ANAK UMUR 14 TAHUN TENTANG HANTU. BAGAIMANA JAWABANNYA?


Ketua Umum PBNU 1984-2000 dan Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur memiliki hubungan luas dengan berbagai kalangan. Tidak hanya setelah ia populer, tapi sejak masa mudanya.


Ia bersilaturahim dengan rakyat hingga pejabat, kiai dan santri, Muslim dan non-Muslim, bahkan dengan yang tak beragama sekali pun.

Ia bertemu dengan berbagai macam profesi, aktivitas, beragam latar belakang suku, bermacam budaya, baik dalam dan luar negeri. Bahkan dengan orang meninggal, yakni di kuburan. Dan, tak pandang umur, orang tua maupun anak-anak.

Suatu ketika, salah seorang teman Gus Dur, yakni Greg Barton, seorang profesor di Universitas Monash, Australia, menengok Gus Dur di rumah sakit.

Penulis biografi Gus Dur itu membawa anaknya yang berusia 14 tahun. Hana, namanya. Dalam pertemuan itu, tanpa diduga, anak sang profesor bertanya.

“Gus Dur apakah hantu itu ada?”

“Kalau hantu dan makhluk-makhluk gaib, sebenarnya saya kurang tahu. Tapi saya punya cerita sedikit yang merupakan sebagian jawaban,” katanya.

Gus Dur pun bercerita, pada waktu muda, saat ia di Jombang, tepatnya di Pondok Pesantren Tebuireng, memiliki kebiasaan pergi ziarah dan berdoa di kuburan.

Suatu ketika, di makam Tebuireng, ia berziarah ke makam itu. Ia datang sekitar pukul 01.00. Namun, tak lama kemudian, ia tertidur.

Sekitar dua jam berlalu, kemudian Gus Dur terbangun karena ada suara orang yang sepertinya hendak berziarah pula seperti dirinya. Kemudian Gus Dur berdiri menengok orang tersebut.

Orang yang baru datang itu terbelalak dan terkaget-kaget, berteriak, lalu berlari terbirit-birit.

“Saya tidak tahu apakah hantu itu ada atau tidak, tapi kalau bertanya kepada orang itu (orang yang berlari tersebut), pasti menjawab ada,” kata Gus Dur kepada Hana.


Penulis Abdullah Alawi
Editor: Fathoni Ahmad

Sumber: Channel YouTube AA Santri Kyai

Saturday, January 22, 2022

MENGENAL TRADISI NGAYAU/NGAYU SUKU DAYAK

MENGENAL TRADISI NGAYAU/NGAYU SUKU DAYAK



TRADISI NGAYAU

Ngayau merupakan tradisi Suku Dayak yang mendiami pulau Kalimantan, baik Dayak yang tinggal di Kalimantan Barat maupun Kalimantan lainnya. Pada tradisi Ngayau yang sesungguhnya, Ngayau tidak lepas dari korban kepala manusia dari pihak musuh.


Makna dari Ngayau mempunyai arti turun berperang dalam rangka mempertahankan status kekuasaan misalnya mempertahankan atau memperluas daerah kekuasaan yang dibuktikan banyaknya kepala musuh. Semakin banyak kepala musuh yang diperoleh semakin kuat/perkaya orang yang bersangkutan. Ngayau juga merupakan lambang kekuasaan dan status kedudukan orang dayak. Disamping itu ngayau dahulu di posisikan sebagai pemenuhan mas kawin seorang pria bila pengantin wanitanya mensyaratkan adanya kepala seperti dalam cerita legenda Ne’ Dara Itam dan Ria Sinir.


Kini tradisi memburu kepala atau “ngayau” tidak lagi diamalkan dan telah diharamkan sejak zaman penjajahan. Banyak pihak berpendapat bahawa, “lelaki Dayak yang berhasil memperoleh kepala dalam ekspedisi ngayau akan menjadi rebutan atau kegilaan para wanita” ini kerana ia melambangkan keberanian dan satu jaminan dan kepercayaan bahawa lelaki tersebut mampu menjaga keselamatan wanita yang dikawininya. Sebenarnya kenyataan itu tidak 100% tepat, malah masih dipersoalkan. Dikatakan demikian kerana menurut cerita lisan masyarakat Dayak (Iban) di Rumah-Rumah panjang, selain orang Bujang ada juga individu yang telah berkeluarga menyertai ekspedisi memburu kepala.


kepala kayau


Oleh itu, paling tepat kalau kita katakan bahwa, Ngayau” dijalankan untuk mendapat penghormatan masyarakat. Dalam arti lain “ngayau” juga berperanan untuk menaikan taraf sosial seseorang. Orang yang pernah memperoleh kepala dalam “ngayau” akan diberi gelar “Bujang Berani”, serta dikaitkan dengan hal-hal sakti. Ternyata bahawa masyarakat dayak, seperti Dayak Iban Tradisional tidak memandang “Ngayau” sebagai perkara yang memudaratkan. Malah berdasarkan cerita lisan masyarakat Iban juga, “ngayau” sentiasa dikaitkan dengan bebagai positif. Misalnya, “Ngayau sebagai lambang keberanian, Simbol Kelelakian, serta martabat Sosial.


Adat Ngayau pertama kali dilakukan urang Libau Lendau Dibiau Takang Isang (kayangan) yang saat itu sebagai tuai rumah (kepala kampung) yang bernama Keling. Berkat keberaniannya dan kegagahannya dia diberi gelar keling Gerasi Nading, Bujang Berani kempang (keling merupakan orang yang gagah berani). Gelar tersebut diberikan oleh seseorang tetua Iban yang bernama Merdan Tuai Iban yang saat itu tinggal di Tatai Bandam (masuk dalam wilayah Lubuk Antu Sarawak Malaysia).


Asal usul kata ngayau umumnya terdapat kesepakatan di kalangan suku Dayak. Namun, kapan ngayau dimulai dan bagaimanakah sejarahnya, agaknya masih simpang siur dan sering muncul dalam berbagai versi. Hal itu disebabkan belum ada studi dan catatan sejarah mengenai asal mula ngayau secara detail dan kronologis. Hanya ada catatan mengenai kesepakatan bersama seluruh etnis Dayak Borneo untuk mengakhirinya. Ini terjadi pada pada 22 Mei – 24 Juli 1894, ketika diadakan Musyawarah Besar Tumbang Anoi di Desa Huron Anoi Kahayan Ulu Kalimantan Tengah.


Benar adanya bahwa sebelum perjanjian Tumbang Anoi disepakati, terjadi praktik headhunting bahkan di kalangan sesama Dayak. Praktik ngayau antarsesama Dayak ini sukar dibantah dan memang demikianlah adanya. Dayak Jangkang misalnya, dahulu kala bermusuhan dengan Dayak Ribunt. Padahal, keduanya tidak berjauhan tempat tinggal.


Apakah faktor yang menyebabkan pengayauan antarDayak ini terjadi?


Saling mengayau di antara sesama Dayak, sejatinya bukanlah semata-mata mencari kepala musuh sebagai tanda bukti kekuatan dan kebanggaan sebagaimana selama ini dipersepsikan banyak orang. Alasan ini terlampau sederhana! Lebih dari itu, dilatari juga oleh nafsu balas dendam dan sebagai cara mempertahankan diri: menyerang lebih dulu sebelum diserang. Ini mirip dengan pepatah Latin si vis pacem, para bellum (jika Anda menginginkan damai, siap sedialah untuk perang).


Masuknya agama Katolik di tengah-tengah etnis Dayak, terutama dengan datangnya misi Katolik ke pulau Borneo di pengujung abad 18, membawa pengaruh baik. Perlahan-lahan ajaran Katolik tentang balas dendam (mata ganti mata, gigi ganti gigi) merasuk dalam hidup orang Dayak.


Ajaran Kristen yang radikal untuk tidak balas dendam dengan hukum “mata ganti mata, tulang ganti tulang” segera merasuk etnis Dayak. Ajaran cinta kasih ini menyadarkan masyarakat Dayak untuk segera menghentikan tradisi mengayau ini. Musyawarah ini dihadiri para kepala adat se-Kalimantan yang berkumpul dan bersepakat untuk menghentikan pengayauan antarsesama Dayak. Namun, pertemuan yang berbuah kesepakatan Tumbang Anoi sendiri diprakarsai pemerintah Hindia Belanda.


Ngayau berasal dari kata kayau yang berarti “musuh”. J.U. Lontaan, op.cit. hal. 532. Selanjutnya, untuk mendukung pendapatnya, Lontaan mengutip Alfred Russel Wallage dalam The Malay Archhipelago, 1896: 68, “… headhunting is a custom originating in the petty wars of village with village and tribe with tribe….”


Terdapat berbagai versi etimologi ngayau. Sebagai contoh, Fridolin Ukur dalam buku Tantang Jawab Suku Daya menyebut bahwa ngayau mencari kepala musuh. Sedangkan bagi Dayak Lamandau dan Delang di Kalimantan Tengah, mengayau berasal dari kata “kayau” atau “kayo’; yang artinya mencari. Mengayau berarti men¬cari kepala musuh. Jadi, mengayau ialah suatu perbuatan dan tindak-budaya mencari kepala musuh.


Dayak Jangkang, ngayau juga disebut ngayo. Berasal dari kata “yao” yang berarti: bayang-bayang, mengahantui, meniadakan, atau memburu kepala musuh sebagai prasyarat atau pesta gawai. Ada gawai khusus untuk merayakan kepala musuh dengan tarian perang, yakni gawai naja bak (pesta kepala).


Namun, serta merta perlu diberikan catatan pada apa yang disebutkan perbuatan dan tindak-budaya ini. Kedengarannya aneh di telinga untuk saat ini. Namun, jika menyelami keyakinan etnis Dayak lebih mendalam maka kita akan segera menjadi mafhum di balik tradisi mengayau ini.


Ngayau tidak terlepas dari keyakinan komunitas Dayak sebagai sebuah entitas. Hal ini dapat ditelusuri dari cerita lisan dan tradisi yang diturunkan dari mulut ke mulut. Menurut keyakinan yang dipegang teguh, orang Dayak yakin mereka adalah keturunan makhluk langit. Ketika turun ke dunia ini, menjadi makhluk yang paling mulia dan, karena itu, menjadi penguasa bumi.


Keyakinan ini, pada gilirannya, membawa konsekuensi orang Dayak lalu memandang rendah entis lain. Jika menganggu dan mengancam keberadaan dan kelangsungan hidup mereka, etnis lain dapat disingkirkan. Namun, harus ada alasan yang kuat untuk itu. Darah hewan, apalagi manusia, tabu untuk ditumpahkan. Jika sampai terjadi, mereka akan menuntut balas.


Prinsip bahwa mata ganti mata, gigi ganti gigi benar-benar diterapkan. Meski mengalami penyempurnaan dan penyesuaian, sisa-sisa praktik ini “mata ganti mata, gigi ganti gigi” ini masih diteruskan di Jangkang hingga hari ini.


Pasal-pasal hukum adat Kecamatan Jangkang masih terasa kental nuansa penuntutan atas pertumpahan darah ini. Terbukti dari diaturnya secara detail pasal-pasal yang menetapkan pengadilan atas perkara dari mulai yang terkecil kasus pertumpahan darah hingga mengakibatkan kematian, yang dalam bahasa Dayak Jangkang disebut dengan “Adat Pati Nyawa”.


Satuan untuk menghitung ganti atas pertumpahan darah unik, disebut dengan tael. Di masa lampau, menghilangkan nyawa manusia baik sengaja (misalnya tertembak waktu berburu) maupun secara sengaja maka si pelaku akan mengalami kesulitan membayarnya. Seisi keluarga dan sanak saudara akan turut terlibat membantu. Bahkan, bukan tidak mungkin sampai seumur hidup pelaku menunaikan kewajibannya membayar Adat Pati Nyawa.


Apakah Adat Pati Nyawa? Secara harfiah, pati berarti sari atau inti. Kata “pati” kerap muncul dalam bahasa Dayak dengan inisial dan pembagian Djo (lihat Ethnologue: Languages of the World, Fifteenth edition, Dallas, “Djongkang: A language of Indonesia” (Kalimantan) ISO 639-3: djo


Jadi, pati nyawa adalah pengganti nyawa yang hilang. Tentu saja, hukum pati nyawa ini tidak berlaku dalam ngayau. Dan hanya berlaku dalam keadaan normal saja, sebab pekik ngayau haruslah datang dari aump dan merupakan hasil dari permufakatan bersama.


Demikianlah, ngayau pun harus disertai alasan-alasan yang kuat dan masuk akal bagi komunitas Dayak dan harus melalui hasil mufakat bersama. Disebut komunitas, karena suatu kampung biasanya menempati sebuah batang atau rumah panjang. Sebelum melancarkan pengayauan, malam harinya diadakan musyawarah bersama yang dalam bahasa Dayak Jangkang disebut boraump. Semua peserta wajib memberikan pendapat dan penilaian. Keputusan diambil dengan berpangkal tolak pada suara dan pendapat mayoritas.


Patut diberi catatan tambahan bahwa ngayau di kalangan suku Dayak umumnya, dan Dayak Djongkang khususnya, bukan sekadar memanggal kepala musuh. Ada filosofi yang melatarinya. Banyak kandungan hikmah, meski sekilas tampak sadis, di balik itu semua.


Orang luar yang kurang memahami secara mendalam filosofi dan latar di balik tradisi ngayau, sehingga menarik simpulan entimema: orang Dayak biadab, sadis, pemburu kepala manusia, dan headhunting. Tentang labeling bahwa Dayak adalah pemburu kepala manusia ini, Wikimedia bahkan mencatatnya sebagai “budaya” yang semestinya harus serta merta diberikan catatan bahwa itu adalah gambaran Dayak masa lampau. Perjanjian Tumbang Anoi yang difasilitasi Pemerintah Kolonial Belanda menghapuskan budaya ngayau ini. Di beberapa subsuku memang masih berlangsung, namun di Kalbar tradisi mengayau sudah berakhir pada sekitar sejak tahun 1938.


Toh demikian, Wikipedia yang tidak tahu sejarahnya masih mencatat demikian, “Headhunting was an important part of Dayak culture, in particular to the Iban and Kenyah. There used to be a tradition of retaliation for old headhunts, which kept the practise alive. External interference by the reign of the Brooke Rajahs in Sarawak and the Dutch in Kalimantan Borneo curtailed and limited this tradition. Apart from massed raids, the practice of headhunting was limited to individual retaliation attacks or the result of chance encounters. Early Brooke Government reports describe Dayak Iban and Kenyah War parties with captured enemy heads. At various times, there have been massive coordinated raids in the interior, and throughout coastal Borneo, directed by the Raj during Brooke’s reign in Sarawak. This may have given rise to the term, Sea Dayak, although, throughout the 19th Century, Sarawak Government raids and independent expeditions appeared to have been carried out as far as Brunei, Mindanao, East coast Malaya, Jawa and Celebes. Tandem diplomatic relations between the Sarawak Government (Brooke Rajah) and Britain (East India Company and the Royal Navy) acted as a pivot and a deterrence to the former’s territorial ambitions, against the Dutch administration in the Kalimantan regions and client Sultanates.”


Tidak mengherankan, dalam literatur dan laporan-laporan tertulis pada zaman kolonial, Dayak dicap sebagai suku asli Borneo yang tidak berkeadaban. Meski para peneliti dan ahli antropologi tidak memasukkan Dayak sebagai suku terakhir di Nusantara yang mempraktikkan headhunting, toh stereotipe sebagai pengayau masih melekat kuat minimal hingga kerusuhan etnis terjadi di Sambas pada 19 Januari 1999 di Desa Parit Setia, Kecamatan Jawai, Sambas dan kemudian merambat ke Sampit pada 18 Februari 2001.


Banyak orang melihat pertalian kejadian itu, meski sebenarnya berbeda dalam hal casus belli dan eskalasi. Akan tetapi, satu yang sama: solidaritas di kalangan etnis Dayak tumbuh menghadapi bahaya dari luar. Dalam konteks mempertahankan diri dan melakukan tindakan menyerang lebih dulu sebelum diserang ini, dapat dipahami latar dan filosofi ngayau.


Seiring dengan kemajuan jaman, Upacara adat Ngayau yang sering dilakukan mempunyai makna mengisyaratkan atau memberitahukan generasi muda tentang peristiwa Ngayau pada jaman dulu. 1.


Bahan-bahan yang dipersiapkandalam upacara ngayau, antara lain:

– 7 piring pulut (ketan)

– 7 piring tempe (pulut yang dicampur dengan beras)

– 7 piring rendai (terbuat dari beras ketan yang disangrai)

– 7 butir telur ayam matang

– 1 piring berisi: sirih, gambir (sedek), rokok, kapur pinang, buah pinan, tembakau, 7 buah ketupat yang diikat, beras dicampur pulut, 7 jalong cubit, seikat benang yang diikatkan di sungki (ketupat/lepat diikat dengan daun).

– 1 piring utai bekaki (tepung pulut dicampur dengan tepung beras dibuat hiasan seperti tutup sersang, bintang, bintang banyak, udang, pesawat, dan sebagainya).

-3 piring udah berisi bahan-bahan yang digunakan dalam upacara dan ditempatkan dalam ancak yang terbuat dari potongan bambu yang dirangkai dengan seutas tali.

– 2 ekor babi (boleh jantan atau betina).

– 3 ekor ayam jantan

– tengkorak manusia sebagai simbol

– 1 buah kelapa tua sebagai simbol kepala manusia

– minuman tuak


Peralatan perang antara lain :

– sangkok atau tombak

– terabi (perisai)

– tersang (ancak) terbuat dari bambu untuk menyimpan sesajian

– mandau

– 1 buah bendera dengan 5 warna :


– merah = sifat berani

– hijau = lambang kesuburan

– kuning = melambangkan ketulusan

– hitam = melambangkan perlindungan dari orang yang bermaksud tidak baik.

– putih = melambangkan hati dan pikiran yang suci/jernih.


Alat-alat yag digunakan :

– grumung (gong kecil)

– tawak (gong besar)

– gendang

-bebendai (gong sedang)


Prosesi Upacara


– Ngantar pedara (ngantar sesajen)


1. Sebelum turun mengayau, satu minggu sebelumnya para wanita mempersiapkan segala perangkat adat yang dipergunakan untuk membuat sesajen (pedara).

Persiapan untuk membuat sesajen disebut engkira, yaitu mempersiapkan segala bahan-bahan yang digunakan untuk upacara. Sedangkan kaum laki-laki mempersiapkan segala peralatan untuk berperang dan mendata pengaroh (jimat) serta begiga (berburu), mencari lauk pauk untuk persediaan perbekalan selama ngayau.


2. Para Kesatria perang duduk secara berderet lalu bermacam-macam sesajen yg masing-masing terdiri dari 7 piring dihidangkan di depan kesatria. 7 piring mempunyai makna 7 lapis langit.


3. Membaca mantra dilakukan oleh kepala kampung lalu mengibaskas ayam diatas kepala ksatria perang sebanyak tiga kali dan dilakukqan secara berulang-ulang.


4. Kepala kampung mengajak ketua adat yang dipilih untuk membuat sesajen yang diawali dengan pembacaan mantra atau jampi-jampi, lalu ketua adat mencurahkan air tuak sebanyak 7 kali untuk memanggil roh nenek moyang yang dianggap sebagai pelindung dalam perang untuk melindungi dan membantu selama berperang.


5. Mencurahkan atau membuang tuak sebanyak 3 kali untuk mengundang orang-orang dari kayangan untuk hadir dirumah Betang.


6. Ketua adat meminum tuak supaya roh-roh nenek moyang yang sudah berada dirumah Betang untuk melakukan kompromi dalam membuat sesajen yang dipersembahkan kepada roh-roh nenek moyang yang hadir di rumah Betang. Dalam membuat sesajen, yang pertama diambil adalah pulut sebagai lambang perekat kebersamaaan, dimana dalam perang diperlukan adanya persatuan dan kesatuan.


7. Kepada kampung mempersiapkan para tamu untuk menikmati hidangan yang disajikan oleh kedua wanita, maknanya adalah para tamu diharapkan untuk mendukung kegiatan/ peperangan yang akan dilakukan.


8. Kepala kampung mengajak para ksatria perang meminum tuak maknanya memberikan semangat kepada ksatria dalam menghadapi peperangan.


9. Kepala kampung mengambil tumpe lalu menaburkan padi yang telah disanangrai yang melambangkan bahwa masyarakat Dayak Iban mempunyai hati nurani yang jujur dan luhur.


10. Mengambil sirih dan perlengkapan seperti :rokok, daun apok, serta perlengkapan sesajen yang lain masing-masing diambil 5 batang untuk setiap satu piring, lalu ditaruh diacak yang didirikan ditiang tengah dari rumah Betang/tiang ranyai agar orang-orang panggau (kayangan) bersama dengan para tamu dirumah Betang.


Turun Ngayau

1. Kepala adat membaca mantra untuk peralatan perang supaya diberkati oleh ketua-ketua adat yang telah mendahului.


2. Kepala adat memotong ayam dilakukan diatas`tangga dan diambil darahnya untuk mengolesi kaki dan dahi para ksatria yang akan berperang agar diberkati. Setelah itu mencabut bulu ayam dan dioleskan didahi para tamu agar tridak diganggu oleh roh-roh jahat.


3. Para ksatria perang mengambil peralatan perang (pedang dan perisai) sertau mandau yang diselipkan dipinggang.


4. Lalu para ksatria menuruni tangga rumah Betang dengan korban satu ekor babi dengan maksud agar orang panggau (kayangan) ikut bersama dan membantu dalam perang.

5. Para ksatria mengatur strategi supaya dapat memotong kepala musuh yang berada didaerah-daerah.


6. Terjadilah pertempuran atau mengayau, musuh akhirnya kalah dan dipotong kepalanya yang dilambangkan dengan kelapa tua atau tengkorak manusia.


7. Setelah berhasil memotong kepala musuh, para ksatria meluapkan kegembiraan dengan menari-nari lalu mengatur strategi untuk kembali ke rumah Betang.


8. Para ksatria meletakkan hasil perolehan selama perang didepan tangga menuju rumah Betang sambil bercengkerama mengisahkan pengalaman mereka selama perang.


9. 2 orang wanita dan pawangnya menuruni tangga rumah Betang untuk mengantar sesajen untuk memberkati hasil perang.


10. Tuai rumah mengibaskan ayam dan memilih orang-orang yang akan membuat sesajen yang akan dipersembahkan kepada orang panggau ( kayangan ) yang telah membantu perang. 3 piring ditempelkan kepada 3 ancak yang terbuat dari bambu lalu dipasang pada tangga menuju rumah Betang untuk persembahan. Menurut kepercayaan mereka, sesajen ini selama 3 hari tidak boleh diganggu karena dapat mendetangkan musibah.


Memasuki rumah Betang

1. Setelah terdengar bunyi-bunyian alat musik sebagai pertanda bahwa para kesatria perang diperbolehkan untuk menaiki rumah betang dengan terlebih dahulu dibacakan mantera, lalu para ksatria dikibas dengan ayam, mencabut bulu ayam, memotong babi lalu dioleskan di dahi barulah menaiki tangga rumah betang. Sampai pada tangga paling atas dicurahkan tuak, lalu tuai rumah memberikan minuman tuak untuk memberi semangat kepada para ksatria perang yang telah berhasil memotong kepala musuh.


2. Setelah di rumah betang, kepala kampung menyiapkan sesajen lalu mengibaskan ayam kepada para ksatria perang.


3. Ayam dipotong darahnya dioleskan ke kepala musuh (tengkorakmanusia) yang berhasil dipotong dan buah kelapa (sebagai simbol), mencabut bulu ayam lalu di oleskan di dahi para ksatria, sesajen diletakkan atau digantung diancak yang ditaruh pada tiang ranjai.


4. Para ksatria perang dengan membawa kepala musuh dan kelapa menari bersama dengan para wanita mengelilingi tiang ranyai sebagai ungkapan syukau kepada para panggau (orang kayangan) yang telah membantu perang, lalu mengelilingi rumah betang.

Friday, December 17, 2021

Apa Sih PT 20%/ presidential treshold itu. Inilah jawabannya.

Apa Sih PT 20%/ presidential treshold itu. Inilah jawabannya.


Saat ini kita sedang diperlihatkan dengan adanya gugatan ke MK oleh pak Gatot Nurmantyo yaitu tentang PT 20% atau Presidential Treshold. 

Untuk kalangan politisi atau bahkan orang-orang yang update atau melek soal demokrasi dan pemilu mungkin tidak asing dengan yang namanya Presidential Treshold itu sendiri.

Namun untuk masyarakat awam pasti banyak yang bertanya. Apa sih presidential treshold itu? Terus presidential treshold 20% itu apa?

Nah disini penulis ingin menyampaikan berkaitan dengan hal tersebut. Mari kita bahas.

Presidential Threshold adalah ambang batas perolehan suara yang harus diperoleh oleh partai politik dalam suatu pemilu untuk dapat mengajukan calon presiden. Misalnya dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009, pasangan calon presiden dan wakil presiden diajukan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki sekurang-kurangnya 25% kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau 20% suara sah nasional dalam Pemilu Legislatif.

Pada saat ini, ketentuan Presidential Threshold diatur dalam Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) di mana ambang batas yang digunakan adalah perolehan jumlah kursi DPR dan suara sah nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya (pemilu diadakan serentak).

Berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 53/PUU-XV/2017, Pasal 222 UU Pemilu tersebut dinyatakan konstitusional.

Nah seperti itulah presidential treshold itu sendiri. Semoga bermanfaat bagi pembaca semuanya. Terimakasih

Wednesday, November 10, 2021

INILAH ISI PERMENDIKBUD NO 30 TAHUN 2021

INILAH ISI PERMENDIKBUD NO 30 TAHUN 2021


Sedang sangat ramai diperbincangkan bahkan menjadi trending topic di media sosial. Terkait dengan keputusan seorang menteri Nadiem Makarim yang beberapa orang mengatakan melegalkan seks bebas. Yang tertuang dalam peraturan menteri. Yaitu permendikbud No 30 Tahun 2021, yang isinya sebagai berikut:

Dalam Pasal 1 Permendikbud Ristek Nomor 30 Dijelaskan bahwa:

1. Kekerasan Seksual adalah setiap perbuatan merendahkan, menghina, melecehkan, dan/atau menyerang tubuh, dan/atau fungsi reproduksi seseorang, karena ketimpangan relasi kuasa dan/atau gender, yang berakibat atau dapat berakibat penderitaan psikis dan/atau fisik termasuk yang mengganggu kesehatan reproduksi seseorang dan hilang kesempatan melaksanakan pendidikan tinggi dengan aman dan optimal.

Adapun dala Pasal 5 dijelaskan bahwa:

(1) Kekerasan Seksual mencakup tindakan yang dilakukan secara verbal, nonfisik, fisik, dan/atau melalui teknologi informasi dan komunikasi.

(2) Kekerasan Seksual sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

a. menyampaikan ujaran yang mendiskriminasi atau melecehkan tampilan fisik, kondisi tubuh, dan/atau identitas gender Korban;

b. memperlihatkan alat kelaminnya dengan sengaja tanpa persetujuan Korban;

c. menyampaikan ucapan yang memuat rayuan, lelucon, dan/atau siulan yang bernuansa seksual pada Korban;

d. menatap Korban dengan nuansa seksual dan/atau tidak nyaman;

e. mengirimkan pesan, lelucon, gambar, foto, audio, dan/atau video bernuansa seksual kepada Korban meskipun sudah dilarang Korban;

f. mengambil, merekam, dan/atau mengedarkan foto dan/atau rekaman audio dan/atau visual Korban yang bernuansa seksual tanpa persetujuan Korban;

g. mengunggah foto tubuh dan/atau informasi pribadi Korban yang bernuansa seksual tanpa persetujuan Korban;

h. menyebarkan informasi terkait tubuh dan/atau pribadi Korban yang bernuansa seksual tanpa persetujuan Korban;

i. mengintip atau dengan sengaja melihat Korban yang sedang melakukan kegiatan secara pribadi dan/atau pada ruang yang bersifat pribadi;

j. membujuk, menjanjikan, menawarkan sesuatu, atau mengancam Korban untuk melakukan transaksi atau kegiatan seksual yang tidak disetujui oleh Korban;

k. memberi hukuman atau sanksi yang bernuansa seksual;

l. menyentuh, mengusap, meraba, memegang, memeluk, mencium dan/atau menggosokkan bagian tubuhnya pada tubuh Korban tanpa persetujuan Korban;

m. membuka pakaian Korban tanpa persetujuan Korban;

n. memaksa Korban untuk melakukan transaksi atau kegiatan seksual;

o. mempraktikkan budaya komunitas Mahasiswa, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan yang bernuansa Kekerasan Seksual;

p. melakukan percobaan perkosaan, namun penetrasi tidak terjadi;

q. melakukan perkosaan termasuk penetrasi dengan benda atau bagian tubuh selain alat kelamin;

r. memaksa atau memperdayai Korban untuk melakukan aborsi;

s. memaksa atau memperdayai Korban untuk hamil;

t. membiarkan terjadinya Kekerasan Seksual dengan sengaja; dan/atau

u. melakukan perbuatan Kekerasan Seksual lainnya.

(3) Persetujuan Korban sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, huruf f, huruf g, huruf h, huruf l, dan huruf m, dianggap tidak sah dalam hal Korban:

a. memiliki usia belum dewasa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

b. mengalami situasi dimana pelaku mengancam, memaksa, dan/atau menyalahgunakan kedudukannya;

c. mengalami kondisi di bawah pengaruh obat-obatan, alkohol, dan/atau narkoba;

d. mengalami sakit, tidak sadar, atau tertidur;

e. memiliki kondisi fisik dan/atau psikologis yang rentan;

f. mengalami kelumpuhan sementara (tonic immobility); dan/atau

g. mengalami kondisi terguncang.

Nah seperti itulah pasal yang menjadi perdebatan hingga saat ini. Untuk menambah kejelian dan kejelasan pembaca. Penulis cantumkan link download permendikbud No 30 tahun 2021. 

Klik dibawah ini : 

Klik Di Sini


DASA PITUTUR /10 NASIHAT SUNAN KALIJAGA BAGI KEHIDUPAN

DASA PITUTUR /10 NASIHAT SUNAN KALIJAGA BAGI KEHIDUPAN

Gambar kanjeng sunan kalijaga


Sahabat ngopier pasti tak asing lagi dengan yang namanya Sunan Kali Jaga. Benar beliau adalah salah satu dari wali  songo ( sembilan ) yang terkenal karena tapa nya yang sampai tubuhnya berlumut. Nah disini penulis akan memaparkan ada 10 nasihat dari kanjeng sunan kalijaga yaitu:

1. Urip Iku Urup
Hidup itu Nyala! Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita. Semakin besar manfaat yang bisa kita berikan, tentu akan lebih baik.

2. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta Dur Hangkara
Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan, serta memberantas sifat angkara murka, serakah, dan tamak.

3. Sura Dira Jaya Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti
Segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati, dan sabar.

4. Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-aji, Sugih Tanpa Bandha
Berjuang tanpa perlu membawa massa; menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; berwibawa tanpa mengandalkan kekuatan, kekayaan atau kekuasaan, keturunan; kaya tanpa didasari kebendaan.

5. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan
Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri! Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu!

6. Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman
Jangan mudah terheran-heran! Jangan mudah menyesal! Jangan mudah terkejut-kejut! Jangan mudah kolokan atau manja!

7. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan Lan Kemareman
Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan, dan kepuasan duniawi!

8. Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka
Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah! Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka!

9. Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendho
Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, dan indah! Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat!

10. Aja Adigang, Adigung, Adiguna
Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti!

Sumber: islamidia.com

 


Wednesday, October 20, 2021

TERNYATA JENDERAL STRATEGI PERANG ITU DARI PESANTREN!!!

TERNYATA JENDERAL STRATEGI PERANG ITU DARI PESANTREN!!!


Disini penulis meriview tulisan dari sahabat NU Ponorogo yang telah menulis terkait jenderal strategi perang saat perjuangan bangsa Indonesia merdeka itu dari pesantren.  Maka dari itu mari kita simak tulisan sahabat saya ini agar sobat-sobat ngopi bisa memahami dan mengetahui kebenarannya. 

Judul tulisannya yaitu. 

SEJARAH YANG TERTUTUPI, TERNYATA JENDRAL SETRATEGI PERANG ITU DARI PESANTREN.


Meski awalnya menutup-nutupi, tapi akhirnya Mbah Syukri bersedia menuturkan kisah-kisah perjuangan yang dialaminya bersama Laskar Hizbullah di bawah komando *_Hadratussyaikh_ KH. M. Hasyim Asy’ari.* Terutama saat berjuang melawan Pasukan Sekutu, Belanda dan Jepang menjelang kemerdekaan. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Mbah Syukri adalah santri sekaligus mantan pejuang Laskar Hizbullah yang tinggal di Desa Carangrejo, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo. Kini usianya diperkirakan sudah mencapai 102 tahun.


Senin (29/3) lalu,Tim Instruktur Wilayah (IW) dari PCNU Ponorogo mendampingi Koordinator Instruktur Nasional (Inas) KH. Abdul Mun’im DZ dan KH Adnan Anwar mengunjungi rumahnya. Kepada rombongan Mbah Syukri menuturkan, perjumpaan dengan Mbah Hasyim berawal dari rekruitmen Laskar Hizbullah di Ponorogo. Ia mendaftarkan diri bersama dengan beberapa rekannya. Seperti Mbah Kayubi, Mbah Walidu, Mbah Sadimun serta beberapa rekan lainnya. Dari Ponorogo, pasukan diberangkatkan ke Surabaya dan sebagian disebar ke Sidoarjo.


“Mbah Hasyim riyin niku keliling. Muteri anak buahe terus. Ati-ati, kudu waspodo lho yo. Ojo lengah. Ngoten dawuhe Mbah Hasyim teng anak buahe _(Mbah Hasyim dulu itu keliling. Mengecek anak buahnya terus. Hati-hati, harus waspada lho ya. Jangan sampai lengah. Begitu perintah Mbah Hasyim kepada pasukannya, Red),”_ kenang Mbah Syukri.


Mbah Hasyim, kata Mbah Syukri, keliling dengan mengendarai jeep terbuka. Ditemani seorang sopir dan satu orang ajudannya, Mbah Hasyim mempimpin langsung di setiap pertempuran. Pernah ada kejadian di Surabaya, Mbah Hasyim yang sedang di atas mobil jeep diberondong pasukan Belanda. Mbah Hasyim membentangkan sarungnya. Tiba-tiba, sarung itu berubah jadi tameng layaknya perisai baja yang anti peluru. “Pelurune niku gepeng-gepeng kelet teng sarunge. Lho niki sanes dongeng, wong kulo ngertos piyambak _(Pelurunya itu gepeng menempel di sarungnya. Ini bukan dongeng, karena saya tahu sendiri, Red),”_ tutur Mbah Syukri.


Kisah lainnya yang diingat Mbah Syukri adalah tertinggalnya 1600 pasukan Jepang di daerah Porong. Pasukan itu bersembunyi di suatu tempat sejenis bunker,.Tak ada satupun warga yang tahu. Keberadaan mereka baru terbongkar saat koki pasukan itu kehabisan bahan makanan dan berbelanja ke pasar. Melihat banyaknya bahan yang dibeli, ada yang curiga. Dan setelah didesak akhirnya mengaku bahwa bahan itu untuk mencukupi kebutuhan pasukan Jepang yang jumlahnya 1600 orang. Pengakuan ini membuat warga gempar sekaligus gelisah. Tak satupun warga yang berani mendekat. Bahkan pejabat setempat pun tidak tahu harus bagaimana.


Sampailah informasi ini ke Bupati Sidoarjo. Sama dengan lainnya, Bupati Sidoarjo pun merasa kebingungan. Salah seorang pejuang Laskar Hizbullah memberikan saran. “Nek kulo gampil. Niki sing saged ngatasi namung Mbah Hasyim (Kalau saya gampang. Yang bisa menyelesaikan masalah ini hanya Mbah Hasyim, Red),” kata Mbah Syukri menirukan saran rekannya untuk Bupati Sidoarjo.


Akhirnya, Bupati Sidoarjo mengirim utusan untuk sowan ke Mbah Hasyim di *_Tebuireng_* . Setelah mendapat laporan, Mbah Hasyim langsung meluncur ke Sidoarjo menemui Laskar Hizbullah. Mbah Hasyim mengajak pasukannya untuk mujahadah membaca wirid sembari berdo’a dari jam 11 siang hingga jam 11 malam. Ajaibnya, pasukan Jepang yang bersembunyi di bunker itu satu persatu keluar dari persembunyian karena diserang jutaan semut angkrang. Para pejuang Laskar Hizbullah langsung memanfaatkan momentum itu untuk menangkap pasukan Jepang tanpa perlawanan. Bahkan tanpa pertumpahan darah setetespun.


Kyai Mun’im mengatakan, kesaksian dari para santri dan pejuang Laskar Hizbullah diharapkan bisa meluruskan sejarah yang ada. Pasalnya, selama ini sosok Mbah Hasyim dikisahkan sebagai seorang kyai pesantren yang hanya mengeluarkan fatwa. “Padahal menurut kesaksian para santri yang berhasil kita temui, tidak begitu. Mbah Hasyim itu betul-betul seorang jendral lapangan yang sangat ahli dalam pertempuran. Beliau turun langsung,” tegasnya.


Hal senada juga ditegaskan Kyai Adnan. Bahkan, Mbah Hasyim juga membaca tanda-tanda alam ketika merumuskan strategi perang. “Dipelajari betul itu sama Mbah Hasyim. Bukan hanya paham strategi, tapi juga mampu membaca tanda-tanda alam. Perang Surabaya misalnya, itu pakai strategi perang Majapahit. Makanya orang yang paling tahu siapa pembunuh Mallaby, ya Mbah Hasyim. Ada semua itu bukti-bukti yang menunjukkan bahwa beliau betul-betul ahli strategi perang,” ungkap Kyai Adnan.


Mbah Syukri membenarkan pandangan-pandangan tersebut. Beliau bahkan dengan lugas mengatakan, _“Seandainya tidak ada Mbah Hasyim, mungkin kemerdekaan Indonesia itu masih lama. Bisa merdeka, tapi lama,” katanya._ 


Mbah Syukri mengakhiri perbincangan dengan sebuah kalimat pendek yang cukup layak menjadi bahan renungan bagi generasi sekarang. _“Kami-kami ini yang berjuang mati-matian. Dan sekarang kalian semua yang menikmati. Bisa makan enak, naik mobil, jalan-jalan,” sindir Mbah Syukri sembari tertawa terkekeh._ Mbah Syukri adalah salah seorang pejuang Laskar Hizbullah yang _menolak_ didaftarkan sebagai veteran perang. *_Dia meyakini bahwa perjuangan itu ada ‘upah’nya sendiri kelak di kehidupan berikutnya._* 


 _Sumber: NU online Ponorogo_ 


Nah seperti itulah peranan santri dan pesantren dalam memperjuangkan kemerdekaan indonesia ini. Bahkan hingga saat ini pesantrenlah yang mampu memberikan contoh pendidikan karakter yang baik bagi santri-santrinya. Dan semoga dengan ini bisa bermanfaat. Terimakasih. 

Thursday, October 14, 2021

TANAMAN AZOLLA BISA DIMAKAN !!!!!

TANAMAN AZOLLA BISA DIMAKAN !!!!!


Melanjutkan artikel sebelumnya yang membahas tentang tanaman azolla untuk pupuk, untuk pakan ikan dan untuk pakan ternak. Azolla adalah sejenis tanaman paku-pakuan yang hidup dipermukaan air. Dimana tanaman jenis paku air yang habitatnya hidup di udara ini yang memiliki kadar protein antara 24-31%, lemak 7,5%, karbohidrat 6,5%, gula terarut 3,5%, serat kasar 13% dan kandungan asam amino esensialnya, terutama lisin 0,42% lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrat jagung, dedak, dan beras pecah (Arifin, 1996) dalam akrimin 2002. Yang biasanya banyak terdapat di rawa dan sawah.

Dengan kandungan Asam amino yang terdapat dalam tanaman ini. Serta protein yang lumayan tinggi ternyata ada salah satu mahasiswa yang bereksperimen dengan membuat stik azolla untuk camilan. Yuk kota simak sebenarnya bagus apa tidak di konsumsi manusia dan untuk canilan.
Stik azolla

Cemilan stik tentu semua orang sudah mengenalnya, cemilan yang renyah dan gurih ini cocok digunakan sebagai cemilan saat santai. Siapapun bisa menikmati kelezatan dari stik. Dari hal itu kami mencoba mengolah suatu tanaman bernama azolla menjadi Stik Azolla. Dimana stik azolla merupakan cemilan yang berbahan dasar dari tanaman paku air yaitu azolla. Azolla microphylla adalah tanaman paku air genus dari suku Azollaceae yang biasa hidup di atas persawahan padi areal persawahan padi. Bentuknya kecil-kecil berwarna hijau dan terdapat semacam akar kecil. Siapa tahu ternyata dalam tanaman nan mungil ini kaya akan kandungan gizi dan nutrisi yang dapat dijadikan sumber pangan alternatif bagi manusia. Kandungan proteinnya bervariasi dari 20%-30%, kandungan beberapa asam amino esensialnya lebih tinggi daripada kedelai. Tanaman ini sebenarnya lebih sering digunakan sebagai pupuk organik pengganti urea. Nah... kok bisa azolla jadin bahan pangan alternatif? Jika dilihat dari nutrisi azolla yang kaya protein, kadar serat, dan lemak rendah, azolla terlihat cocok untuk pembentukan otot (orang bilang daging merah). untuk rasa, azolla memiliki karakteristik rasa sendiri tidak seperti sayuran lainnya. Azolla tidak dapat dimakan mentah namun harus dimasak terlebih dahulu karena konsentrat protein daun azolla lebih tinggi setelah dimasak. azolla memiliki karakteristik sendiri tidak seperti sayuran lainnya. Azolla tidak dapat dimakan mentah namun harus dimasak terlebih dahulu karena konsentrat protein daun azolla lebih tinggi setelah dimasak. azolla memiliki karakteristik sendiri tidak seperti sayuran lainnya. Azolla tidak dapat dimakan mentah namun harus dimasak terlebih dahulu karena konsentrat protein daun azolla lebih tinggi setelah dimasak

Monday, September 6, 2021

APA ITU UU ITE ( UNDANG-UNDANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK ) ?

APA ITU UU ITE ( UNDANG-UNDANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK ) ?

Undang-undang ITE

Dewasa ini di Indonesia hampir setiap hari adanya peningkatan pengguna  media-media elektronik dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan adanya peningkatan pengguna media tersebut maka peningkatan pengguna media sosial dan media dagangpun semakin bertambah. Mengingat saat ini masih diterapkannya PPKM yang semakin hari semakin diperpanjang tanpa tahu kapan berhentinya pandemi virus covid-19 ini.

Dengan banyaknya pengguna media sosial dan media dagang ini maka pemerintah membuat sebuah payung hukum yang berwujud undang-undang untuk informasi dan transaksi elektronik ini.

Maka dengan itu penulis ingin mengajak sahabat ngopier untuk belajar apa itu undang-undang ite, supaya kita tahu dan dijauhkan dari pelangaran-pelanggaran ITE ini.

PENGERTIAN UU ITE


Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik merupakan Undang-undang yang mengatur tentang Informasi Elektronik dan Transaksi Elektronik. Informasi Elektronik diartikan sebagai satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, electronic data interchange (EDI), surat elektronik (electronic mail/e-mail), telegram, teleks, telecopy atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya. Sedangkan Transaksi Elektronik adalah perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan Komputer, jaringan Komputer, dan/atau media elektronik lainnya.

PASAL-PASAL DALAM UU ITE


Keberadaan UU ITE ini memang diperlukan dalam kehidupan manusia, terlebih lagi dengan adanya perkembangan zaman yang cukup pesat. Namun dengan segala fungsi dan tujuan diundangkannya UU ITE, masih terdapat persoalan-persoalan dalam isinya. Sejak UU ITE disahkan, kasus – kasus pidana penghinaan yang melibatkan pengguna internet di Indonesia mulai naik secara signifikan. 

Persoalannya, Indonesia memiliki kondisi geografis yang menjadi tantangan tersendiri untuk meningkatkan akses keadilan terhadap para tersangka/terdakwa. Selain persoalan kondisi geografis tersebut ketersediaan advokat/pengacara yang memahami persoalan – persoalan internet juga tidak cukup banyak khususnya pengacara yang memberikan nuansa hak asasi manusia dalam kasus – kasus pidana tersebut. 

Demikian ulasan undang-undang ITE semoga bermanfaat untuk pembaca dan kita semua. Aamiin. (As)

Sunday, September 5, 2021

apakah LGBT itu?

apakah LGBT itu?



Baru-baru ini publik sedang dihebohkan dengan berita LGBT. Dengan adanya penangkapan seorang publik figure yaitu Coki Pardede yang berprofesi sebagai komika. Coki pardede telah dinyatakan penyuka sesama jenis. Dan ditahan di pihak berwajib.
Bahkan sudah sangat jelas dan gamblang di dalam agama manapun sangat dilarang untuk LGBT ini dilakukan.
Namun apakah sobat ngopee sudah mengetahui apa arti atau istilah dari LGBT tersebut. Penulis yakin masih banyak yang belum faham dengan istilah LGBT tersebut. Maka dari itu penulis ingin memberikan sebuah tulisan untuk sobat ngopee supaya nanti tau dengan istilah tersebut. 
Lanjut ke pembahasan ya sobat ngopee, Mengenal Istilah LGBT

Berikut ini adalah penjelasan mengenai istilah LGBT:

1. Lesbian

Lesbian adalah orientasi seksual yang mengacu pada ketertarikan seksual, emosional, atau romantis seorang wanita kepada wanita lainnya. Selain itu, istilah lesbian kini juga dipakai untuk menggambarkan ketertarikan seorang transperempuan kepada wanita atau transperempuan lainnya.

2. Gay

Gay adalah istilah yang menggambarkan ketertarikan seksual, romantis, atau emosional seseorang kepada individu lain dengan jenis kelamin yang sama. Misalnya, seorang pria tertarik kepada pria lain, atau seorang wanita tertarik kepada wanita lainnya.

Kendati demikian, istilah gay lebih sering digunakan untuk menggambarkan ketertarikan pria kepada pria lainnya. Selain itu, istilah gay juga digunakan untuk:
Transpria yang hanya tertarik kepada pria
Transperempuan yang hanya tertarik kepada wanita
Sebelumnya, orientasi seksual ini disebut dengan istilah homoseksual. Namun, kini istilah homoseksual dianggap sebagai istilah yang sudah ketinggalan zaman dan menyinggung. Oleh sebab itu, istilah gay kini lebih banyak dipakai daripada homoseksual.

3. Biseksual

Biseksual atau yang sering disingkat dengan sebutan ‘bi’ adalah orientasi seksual yang menggambarkan ketertarikan seksual, romantis, atau emosional seorang individu terhadap 2 jenis kelamin atau lebih. Sebagai contoh, seorang pria memiliki ketertarikan terhadap wanita sekaligus pria.

Kendati demikian, ketertarikan yang dimiliki oleh seorang biseksual tidak selalu sama. Misalnya, ada biseksual yang cenderung lebih tertarik kepada wanita tetapi juga memiliki ketertarikan terhadap pria dan begitu juga sebaliknya.

4. Transgender

Transgender atau yang sering disingkat dengan sebutan ‘trans’ merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan individu yang identitas atau ekspresi gendernya (maskulin dan feminin) berbeda dari jenis kelaminnya saat lahir (laki-laki dan perempuan), misalnya:

Transperempuan, yaitu wanita yang ditetapkan sebagai laki-laki saat lahir
Transpria, yaitu pria yang ditetapkan sebagai perempuan saat lahir
Di dalam istilah transgender terdapat juga istilah transeksual. Transeksual adalah istilah yang digunakan untuk transgender yang sudah melakukan perubahan fisik dengan terapi hormon atau operasi, atau melakukan perubahan identitas, seperti perubahan nama atau jenis kelamin.
Demikian semoga bermanfaat. Dan semoga dijauhkan dari hal-hal yang buruk. 

Wednesday, March 25, 2020

Pengelolaan Opini dan Gerakan Massa

Pengelolaan Opini dan Gerakan Massa



A. Pengertian
1. Opini
Seperti ilmu sosial lainnya, definisi opini (pendapat) sulit untuk dirumuskan secara lengkap dan utuh. Ada berbagai definisi yang muncul, tergantung dari sisi mana kita melihatnya, Ilmu Komunikasi mendefinisikan opini sebagai pertukaran informasi yang membentuk sikap, menentukan isu dalam masyarakat dan dinyatakan secara terbuka. Opini sebagai komunikasi mengenai soal-soal tertentu yang jika dibawakan dalam bentuk atau cara tertentu kepada orang tertentu akan membawa efek tertentu pula (Bernard Berelson).

2. Opini Publik
Ilmu Psikologi mendefinisikan opini publik sebagai hasil dari sikap sekumpulan orang yang memperlihatkan reaksi yang sama terhadap rangsangan yang sama dari luar (Leonard W. Doob)

Sekalipun untuk keperluan teoritik dikenal adanya tiga pendekatan diatas, dalam prakteknya opini publik tidak bisa dipahami hanya dengan menggunakan satu pendekatan saja. Opini publik hanya terbentuk bila ada informasi yang memadai dan warga masyarakat bereaksi terhadap isu tersebut.

Opini publik memiliki karakteristik sebagai berikut :
1. dibuat berdasarkan fakta, bukan kata-kata
2. dapat merupakan reaksi terhadap masalah tertentu, dan reaksi itu diungkapkan
3. masalah tersebut disepakati untuk dipecahkan
4. dapat dikombinasikan dengan kepentingan pribadi
5. yang menjadi opini publik hanya pendapat dari mayoritas anggota masyarakat
6. opini publik membuka kemungkinan adanya tanggapan
7. partisipasi anggota masyarakat sebatas kepentingan mereka, terutama yang terancam.
8. memungkinkan adanya kontra-opini.

3. Proses Pembentukan Opini Publik
Proses terbentuknya opini publik melalui beberapa tahapan yang menurut Cutlip dan Center ada empat tahap, yaitu :
1. Ada masalah yang perlu dipecahkan sehingga orang mencari alternatif pemecahan.
2. Munculnya beberapa alternatif memungkinkan terjadinya diskusi untuk memilih alternatif
3. Dalam diskusi diambil keputusan yang melahirkan kesadaran kelompok.
4. Untuk melaksanakan keputusan, disusunlah program yang memerlukan dukungan yang lebih luas.

Erikson, Lutberg dan Tedin mengemukakan adanya empat tahap terbentuknya opini publik :
1. Muncul isu yang dirasakan sangat relevan bagi kehidupan orang banyak
2. Isu tersebut relatif baru hingga memunculkan kekaburan standar penilaian atau standar ganda.
3. Ada opinion leaders (tokoh pembentuk opini) yang juga tertarik dengan isu tersebut, seperti politisi atau akademisi
4. Mendapat perhatian pers hingga informasi dan reaksi terhadap isu tersebut diketahui khalayak.

Opini publik sudah terbentuk jika pendapat yang semula dipertentangkan sudah tidak lagi dipersoalkan. Dalam hal ini tidak berarti bahwa opini publik merupakan hasil kesepakatan mutlak atau suara mayoritas setuju, karena kepada para anggota diskusi memang sama sekali tidak dimintakan pernyataan setuju. Opini publik terbentuk jika dalam diskusi tidak ada lagi yang menentang pendapat akhir karena sudah berhasil diyakinkan atau mungkin karena argumentasi untuk menolak sudah habis.
Berdasarkan terbentuknya opini publik, kita mengenal opini publik yang murni. Opini publik murni adalah opini publik yang lahir dari reaksi masyarakat atas suatu masalah (isu). Sedangkan opini publik yang tidak murni dapat berupa :

1. Manipulated Public Opinion, yaitu opini publik yang dimanipulasikan atau dipermainkan dengan cerdik
2. Planned Public Opinion, yaitu opini yang direncanakan
3. Intended Public Opinion, yaitu opini yang dikehendaki
4. Programmed Public Opinion, yaitu opini yang diprogramkan
5. Desired Public Opinion, yaitu opini yang diinginkan

4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Opini Publik
Opini publik dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya :
1. Pendidikan
Pendidikan, baik formal maupun non formal, banyak mempengaruhi dan membentuk persepsi seseorang. Orang berpendidikan cukup, memiliki sikap yang lebih mandiri ketimbang kelompok yang kurang berpendidikan. Yang terakhir cenderung mengikut.
2. Kondisi Sosial
Masyarakat yang terdiri dari kelompok tertutup akan memiliki pendapat yang lebih sempit daripada kelompok masyarakat terbuka. Dalam masyarakat tertutup, komunikasi dengan luar sulit dilakukan.
3. Kondisi Ekonomi
Masyarakat yang kebutuhan minimumnya terpenuhi dan masalah survive bukan lagi merupakan bahaya yang mengancam, adalah masyarakat yang tenang dan demokratis.
4. Ideologi
Ideologi adalah hasil kristalisasi nilai yang ada dalam masyarakat. Ia juga merupakan pemikiran khas suatu kelompok. Karena titik tolaknya adalah kepentingan ego, maka ideologi cenderung mengarah pada egoisme atau kelompokisme.

5. Organisasi
Dalam organisasi orang berinteraksi dengan orang lain dengan berbagai ragam kepentingan. Dalam organisasi orang dapat menyalurkan pendapat dan keinginannya. Karena dalam kelompok ini orang cenderung bersedia menyamakan pendapatnya, maka pendapat umum mudah terbentuk.
6. Media Massa
Persepsi masyarakat dapat dibentuk oleh media massa. Media massa dapat membentuk pendapat umum dengan cara pemberitaan yang sensasional dan berkesinambungan.

B. Mengelola Opini untuk Menggerakkan Massa
“Mengelola Opini untuk Menggerakkan Massa”menurut saya skill penting yang mesti dimiliki setiap orang sebagai sebuah keterampilan memimpin. Generasi muda sebagai mandataris perubahan dimasa depan mesti cakap dalam mengorganisir ide perubahan sebelum dilempar kepada masyarakat. Untuk itu mahasiswa berpotensi menjadi opinion maker dalam menyuarakan perubahan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kerap kali kita terlibat dalam penggalangan dukungan untuk mencapai tujuan. Mulai dari hal yang sederhana sampai masalah yang lebih besar dan strategis. Misalnya, dengan alasan agar cepat sampai sekolah kita berusaha meyakinkan orang tua agar mau dibelikan sepeda. Mulai dari untung dan ruginya memiliki sepeda – coba kita utarakan kepada orang tua kita.
Nah, segala usaha dan upaya meyakinkan kedua orang tua itu bisa dikatakan gerakan mengelola opini anggota keluarga agar tujuan untuk memiliki sepeda terpenuhi. Jadi menurut saya, pengertian pengelolaan opini bukan sebatas membuat opini lalu dikirim kemedia massa. Tapi penggalangan massa demi tujuan tertentu. Sedangkan cara dan bentuknya bisa bermacam-macam.
Pengelolaan opini sebagai sebuah gerakan setidaknya ada tiga agenda yang mesti kita kerjakan terlebih dahulu. Ketiga agenda itu bisa dijadikan acuan tergantung tingkat kesulitan gerakan yang dibangun.
Pertama tentukan tujuan gerakan. Sebelum melontarkan ide atau opini kepada publik secara luas terlebih dahulu tujuan gerakan harus ditetapkan secara tepat. Disini missi gerakan harus menjadi ‘panglima’ yang akan menjadi menunjuk arah. Namun pengalaman selama ini kenapa gerakan massa ‘layu’ ditengah jalan –persoalannya penggerak opini terbuai dengan imbalan-imbalan pragmatis yang ditemui ditengah jalan. Akibatnya ia lupa akan tujuan gerakan.
Kedua, pegang data dan fakta. Bagi seorang organizer, data adalah senjata yang paling ampuh. Dengan data dan fakta yang lengkap serta akurat kelompok target gerakan akan sulit membantah kebenaran yang kita sampaikan. Apa lagi itu bentuknya penyelewengan atau manipulasi. Ini lah yang banyak dilakukan oleh banyak aktivis dalam menjalankan programnya.
Ketiga, gali masalahnya. Berbekal data yang akurat dengan sedikit analisa saja kita sudah mengetahui pangkal masalahnya, kemudian dampaknya seperti apa. Bisa menimpa siapa saja dan lain seterusnya. Kalau sudah akar masalah dan dampaknya tergali baru tawarkan solusi penyelesaian dari problem sosial yang terjadi. Analisa yang cerdas, akan menghasilkan jawaban yang cerdas pula.
Ketiga agenda diatas adalah langkah minimal, jika masalah lebih luas dan komplek dibutuhkan strategi- strategi lain yang bisa ditemukan dilapangan. Karena sering kali fakta dilapangan berbicara lain dengan apa yang dipikir ketika dibelakang meja. Di sinilah kemudian beberapa aktivis gerakan memulai gerakan dengan terlebih dahulu memetakan lapangan lengkap dengan kekuatan yang didaerah tersebut.
Dalam mengelola opini menjadi sebuah gerakan, kita bisa belajar dari kesuksesan aktivis gerakan dalam mewacanakan Aktivis Busuk (2004), pelanggaran HAM, gerakan anti korupsi dan sebagainya. Kita bisa lihat, berbagai wacana yang disampaikan itu ternyata selalu disuarakan ketika momentum datang. Selain bekerja dengan rencana, mereka juga tidak pernah melewatkan momentum dalam menyuarakan perubahan. Hasilnya mereka terlatih membaca momentum.
Yang tidak kalah penting ketika mengelola opini menjadi gerakan adalah berkongsi dengan media massa. Demi misi gerakan, ‘konspirasi’ dengan media perlu dibangun.Bukankah media membutuhkan berita yang berasal dari masyarakat. Jika yang disampaikan itu benar dan menyangkut kepentingan publik luas maka tidak ada alasan bagi media untuk memberitakan apa yang ingin kita suarakan.
Pada dasarnya semua media membutuhkan orang yang peduli dengan masyarakat. Media juga bisa membedakan mana gerakan pura-pura alias bohong. Lalu untuk membangun ‘konspirasi’ dengan media, bisa dengan mengadakan jumpa pers, seminar, lokakarya, demonstrasi atau menulis opini dan artikel dimedia massa. Cara –cara ini malah sangat efektif mengundang media agar mau memberitakan gerakan yang kita bangun.
Selanjutnya tokoh masyarakat juga perlu dirangkul. Karena bagaimanapun realitas masyarakat di Indonesia masih sangat mempercayai dan bergantung kepada tokoh. Selain akan menjadi penggerak utama, mereka bisa dimanfaatkan sebagai ‘bemper’ jika gerakan mendapatkan pertentangan dari penguasa atau kelompok tertentu yang merasa terusik. Dengan pengaruh yang dia miliki tentunya kelompok penentang akan berpikir sekian kali jika ingin mengganggu.
Terkait dengan apa yang kita bicarakan hari ini, Bill Drayton, pendiri organisasi Ashoka AS dalam bukunya Mengubah Dunia, Kewirausahaan Sosial dan Kekuatan Gagasan Baru yang ditulis oleh David Bornsten mengatakan orang cerdas adalah orang yang tidak puas memberi ikan atau puas mengajari cara memancing. Orang cerdas adalah orang yang terus berjuang tanpa mengenal lelah melakukan perubahan sistemik mengubah sistem industri perikanan demi terciptanya keadilan dan kemakmuran.
Saya pikir itulah tujuan kita belajar mengelola opini menjadi gerakan aksi bersama.

Penulis: Arif Safrodin